Mitos Pernikahan Jawa – Sunda

Konon pernikahan Jawa & Sunda adalah pernikahan sulit. Hal ini akan lebih sulit lagi apabila perempuan jawa menikah dengan laki-laki sunda. Sebagian ada yang berdampak pada perekonomian mereka yang cenderung statis dan sebagian lagi ada yang berakhir dengan perceraian.

Anehnya mereka selalu mengaitkan dengan peristiwa PERANG BUBAT.

Benar atau tidaknya sayapun tidak tahu. Tapi secara kebetulan beberapa orang yang saya kenal dan menikah dengan orang sunda ataupun jawa selalu merasakan dampak dari mitos tersebut.

Sebelumnya mohon maaf apabila diantara kawan-kawan ada yang merasa tersinggung atas posting ini dan saya tidak bermaksud untuk menyinggung salah satu suku diatas.

About these ads

99 responses to “Mitos Pernikahan Jawa – Sunda

  1. Menurut Blek saat chat di YM mengomentari Mitos Pernikahan Jawa-Sunda:

    Ingatlah, memercayai mitos berarti Anda akan salah informasi. Kalau salah informasi, Anda akan keliru mengambil keputusan. Nah, saat keliru mengambil keputusan maka hasil yang akan didapatkan pasti salah besar! Jadi, agar Anda tak terjebak dalam mitos-mitos seputar pernikahan diharapkan lo dan pasangan bisa menyatukan dua perbedaan untuk satu tujuan, perbedaan lah yang akan membuat lo dan dia saling belajar memahami, bekerjasama, menghormati dan mendukung.

    Suami atau istri tak hanya siap menjadi teman di setiap saat, tapi juga siap sebagai sahabat dalam suka dan duka.

      • klo laki2nya jawa dan perempuannya sunda menurut orang jawa yang sudah menjalani pernikahannya dari sisi perekonomian malah bagus, dari sisi hubungan suami istri juga harmonis (langgeng). hanya Allah yang Maha mengetahui. amiin.

    • Asww,

      Kawan-kawan, latar belakang lain di bawah ini cukup menarik bagi saya, mungkin juga bagi anda.

      Selain sejarah/atau mitos di atas, ada satu penjelasan yang lebih mudah diterima. Keterkaitannya dengan karakter. Penjelasan ini diambil dari kisah 3 anak Prabu Siliwangi. Prabu punya anak 3: Surya Kencana, Kian Santang, dan Ciung Wanara. Surya Kencana bergerak di bidang kedigjayan, Kian Santang bidang Agama (Islam), dan Ciung Wanara bidang Seni. Dengan demikian, ketiga putra Prabu itu memiliki karakter kepribadian yang berbeda.

      Karena sudah tidak ada lawan di daerah Jawa Barat, Surya Kencana melanglang-buana ke daerah timur (Jawa Tengah+Timur) dan karena sudah tidak ada lawan tandingnya, dia gantung senjata terus menetap di daerah Jawa Timur (Jember), dan beranak pinak di sana. Sementara, Kian Santang menekuni dan menyebarkan Islam di Jawa Barat serta beranak pinak juga. Sedangkan Ciung Wanara berkelana dan menetap di Bali mengembangkan seni dan beranak pinak juga.

      Mengingat karakter Surya kencana yang aggressive dan digjaya, maka keturunannya juga, baik laki-laki maupun perempuan, cenderung mewarisi karakter tersebut; demikian juga dengan karakter Kian Santang menurun di garis keturunannya di Jawa Barat.

      Paradigma kehidupan berumah tangga di Indonesia, pada umumnya Patriarkat, sehingga secara umum, wajar saja kalau laki-laki/suami lebih aggresive dan digjaya dibanding istrinya.

      Pengalaman saat itu telah sering menunjukkan adanya istri yang karakternya lebih kuat dari suami. Setelah ditelusuri, ternyata istrinya itu keturunan dari Surya Kencana, dan suaminya turunan Kian Santang.

      Bercermin dari kejadian-kejadian itu, akhirnya muncul paradigma lain yang intinya anjuran untuk menghindari pernikahan dengan komposisi karakter seperti itu. Namun, penerimaan tiap orang terhadap paradigma tersebut berbeda-beda, yang akhirnya muncul seolah-olah sebagai mitos: “Laki-laki sunda, tidak baik menikahi istri dari jawa timur/tengah, tapi akan baik bila suami jawa, istri sunda.” (karena masalah karakter).

      Oya, ada penjelasan lain yang lebih halus yaitu bahwa laki-laki keturunan dari adik (Kian Santang di Jawa Barat), tidak baik bila menikahi istri dari keturunan kakak (Surya Kencana dari Jateng/tim), atau dengan kata lain; keturunan saudara muda tidak baik menikahi keturunan saudara tua.

      Adanya sejarah/mitos perang bubat menjadi bumbu yang membedakan cita rasa atau perbedaan pemahaman terhadap paradigma tersebut. Perang bubat ini lebih cocok sebagai reason mengapa di kota-kota di Jawa Barat tidak ada nama jalan GM, HW, atau MP, bahkan Mataram.

      Btw, paradigma tentang pernikahan iitu tidak berlaku bagi keturunan dari Ciung Wanara di Bali. Mereka punya paradigma sendiri, namun tidak menyangkut pihak lain. Mangkanya banyak orang Bali yang hidup di luar Bali sering kesulitan cari jodoh, kecuali yang sudah dijodohkan.

      Finally, di dunia ini tidak ada yang abadi kecuali “Hujan … selalu turun.”

      Wass.

  2. ga usah jawa sunda, sesama jawa atau sesama sunda juga pasti bertemu masalah besar.

    Masalah cerai, sepertinya itu genetik ya *sok tahu*, kalau emang salah satu atau keduanya mewarisi kebiasaan kawin cerai, gak bisa menghargai kesetiaan, prilaku kampret, penghianat oportunis dan serakah dari orang tuanya, yaa… cerai adalah solusi yang hampir pasti dipilih setiap kali bertemu masalah.

    Itulah kenapa kita perlu memperhatikan bibit, karenta belum tentu si dia punya bobot dan bebet untuk membebaskan diri dari ajaran2 busuk dan pola pikir keparat yang diwariskan orang tuanya.

    *sotoy to the max*

  3. tapi kalo dipikir2, itu semua ada benarnya, jujur sampai sekarang saya bingung, percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa (Allah SWT) atau kepada Mitos, karena nenek saya sendiri pernah mengatakan kepada saya agar tidak memilih jawa,….

    ada tetangga saya yang menikahi wanita jawa dan beliau (alm) seorang yang tulen sunda, alm mempunyai banyak keturunan dan suatu saat alm menderita sakit sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

    menurut pendapat nenek saya, itu adalah hal yang paling buru, …
    maaf saya bukan bermaksud menakut-nakuiti, jujur saya juga sedang bingung karena beberapa bulan lagi saya akan menikahi seorang gadis jawa dan orangtua saya tidak mengetahui hal itu,…
    mohon pendapatnya para Sunda-ers, tolong,…
    saya harus bagaimana….

    • Kalau menurut saya ya aak semua itu kan tergantung kita yang menjalani. Kita serahkan semuanya pada yang kuasa, gak orang jawa atau sunda terus sumatra semuakan ada dua. jadi tergantung komitmen kamu dengan pasangan kamu…saya juga tidak percaya mitos..

    • memang setiap suku memiliki kepribadian masing…baik sunda, jawa, betawi atau lainnya karena semua itu terbentuk dari keluarga yang membesarkan dan lingkungan yang sedikit banyak ikut mempengaruhi pola pikir seseorang.
      Menurut aku kenapa tidak beda suku, toh aku nikah dengan orang bugis yang kata orang sangar tapi nyatanya malah sebaliknya sangat baik…..mudah-mudahan tidak untuk saat ini aja hehehe.
      Kembali ke mitos jawa-sunda menurut aku kita hidup tidak jauh daripada kehidupan masa lalu. contoh aja karma, dimana kita melakukan hal yang baik maka kelak akan mendapat kebaikan dari orang lain dan sebaliknya apabila kita melakukan yang tidak baik maka kita akan memetik hal yang telah kita tanam sebelumnya.
      Contohnya perang bubat pada saat itu dimana kerajaan majapahit menyerang kerajaan pajajaran secara tiba-tiba dikarenakan miss komunikasi sehingga menimbulkan korban yang tidak sedikit termasuk raja dan anaknya Diah Pitaloka. Percaya atau tidak mungkin ada kaitannya dengan sumpah serapah yang telah dikeluarkan oleh Diah Pitaloka.

    • http://erosandi.blogspot.com

      kalo kita pikir mitos itu datang nya dari orang tua terdahulu, dan bahkan kita semua jarang ada yang tau kenapa sampai ada mitos kalau pernikahan antara perempuan jawa dengan laki – laki sunda itu tidak baik … saya juga kurang tau apa sebabnya apakah disebabkan dengan perang bubat atua apa … ( hanya Allah yang tau )
      hanya sekedar share saja … saya menikah dengan perempuan jawa timur, tepatnya dengan orang trowulan sebagai ibukota majapahit jaman dulu, dan singkat nya sekarang saya sudah bercerai dengan dia, padahal diantara kita tidak ada masalah dan semuanya disebabkan oleh pihak ke 3 …
      tapi setelah mendengar kejadian tersebut saya tetap tidak percaya dengan mitos tersebut, karena bagi saya sesuatu yang harus di yakinin bukan berasal dari mitos orang tua, tetapi dari FIRMAN ALLAH dan SABDA ROSULULLAH … bahkan sekarang saya sedang dekat lagi dengan perempuan jawa timur …
      tetap berjuang untuk laki laki sunda yang akan menikahi perempuan jawa … karena banyak bukti juga di antara teman teman saya yang ternyata laki laki nya suku sunda jan perempuannya jawa tapi mereka bisa hidup harmonis dan serba kecukupan …
      semua kita serahkan saja sama yang menentuka segalanya .. ALLAH SWT …

    • da tetangga saya yang menikahi wanita jawa dan beliau (alm) seorang yang tulen sunda, alm mempunyai banyak keturunan dan suatu saat alm menderita sakit sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

      Nggak paham gan. Jadi alm sakit karena menikahi orang jawa..

    • gak usah bingung-bingung kang.. saya (laki2 sunda) juga sedang ngejalani hubungan dengan cewe jawa.. tapi orang tua saya oke-oke saja tuh!!! emang sich ada kerabat yang gak suka dengan hubungan kami… maklum masih kuat dengan yang namanya mitos… tapikan yang ngejalani itu kita bukan orang laen,,,, semangat atuh kang!! hehehhe

  4. hal nie yang buat w bingung jg. cz baru j w debat m bokap w klo pnikahn jawa m sunda g kn da pa2. karna buat w. da qjji maha mengetahui semua. dan w jg punya qjji yang akn menujukan baik atau g’a w m co w next time’a. yang jls w g percaya n w g kn mau kenal jawa or sunda.

  5. percaya ga percaya,saya sendiri org sunda yg pernah kenal ama cwe jawa,malah di jauhin begitu tau saya org sunda? apa karena bau badan saya? saya kan pake rexona..jd ga mungkinlah..lgian jg saya punya penghasilan dari usahah yg saya kembangkan dan bisa beli mobil 1..
    hha memang gak nyambung…

    • wah sayangnya ini bukan tentang siapa versus siapa. pada dasarnya semua suku memiliki persamaan dalam beberapa hal cuman untuk kedua suku yang menjadi tema itu memang memiliki sejarah sendiri yang sampai sekarang aku juga penasaran…kok bisa begitu ya…???

  6. satu Bulan Mendatang saya akan Menikah, Kebetulan Calon suami Saya Orang Sunda & Saya orang Jawa, Awalnya saya Sempat Berdebat Mengenai Hal itu, Tapi calon Suami Saya bilang Itu Cuma Mitos Belaka, semuanya Hanya Tuhan Yang Tahu, Dan semuanya Tergantung Dari Komitmen Kita Masing2, tapi Sampai Hari ini Aku Masih Percaya ga Percaya ma hal tersebut, Cz Tetangga saya Kebannyakan Mengalami Hal Yang Sama Setelah Menikah Dengan Orang Sunda, Tapi Gak Semua Berakhir dengan Perceraian or Ekonomi yang Sulit sih,makanya aku minta Doanya Yach Agar Pernikahan Aku berjalan dengan Baik selalu Langgeng Sampai Kakek Nenek………..Balas Yua!!!!!!!!!!

    • Amiin mudah-mudahan semua berjalan sesuai dengan yang kita inginkan…kalau memang jodoh kenapa harus berlalu….namanya juga mitos mbak…kalo masih bingung ambil satu lembar kosong lalu di garis menjadi 2 kolom dan rinci kebaikan dan keburukannya kemudian baru bisa dipertimbangkan kembali…paling tidak kalau besok terjadi sesuatu yg tidak diinginkan sudah struggle dan tidak kaget lagi hehehe

    • Amin Ya Robal Alamin, smoga langgeng smpe kakek nenek say, ak jg sama banget sm km, cowokku orang sunda, ak jawa, ada rencana jg tahun depan married, smoga baik2 saja ya, amin….

  7. Saya mengalami masalah dengan yang temen2 rasain. dah 4 th hubungan dgn gadis keturunan jawa dan semstinya masuk ke jenjang Nikah, tapi Ortu saya keukeuh melihat perkawinan jawa dan sunda adalah hal yang sebaiknya dihindari apalagi jika yang perempuannya orang jawa seperti kondisi yang saya alami. rasanya gak fair jika mitos membatasi hak2 sesorang untuk bahagia, saya menyesal mengapa mesti jadi suku sunda jika tidak bisa menikahi orang jawa…tapi I dont know what I do. pls kindly coment.

    • Siapapun kita sepatutnya kita bersyukur atas karunia yang telah diberikan oleh Nya terlebih karunia atas mitos tersebut. Dengan demikian kita sudah lebih tau bagaimana harus mengantisipasi hal-hal tersebut. seperti kalo kita mau ujian kita sudah tau try out nya dari internet. meski tidak 100% soal keluar paling tidak kita tahu bagaimana problem solving nya ketika menghadapi soal yg serupa. Insyallah.

      • kita dalam posisi yang sama,.
        aku juga gtw mesti gmana.
        yang aku tau aku m dia berusaha buat wujudtin mimpi kita,.

  8. plis jangan bikin qw parno dgn semua ni…mas ATO MB ASL kalian tau pacar qw tu org sunda n qw org jawa asli solo,,,tapi qw udah 10th pacaran awet2 aja…g ada pertengkaran,g da perselisihan.

    jangan bikin blog yang bikin org2 parno begini…

    dalam menjALIN hub dgn dia,qt berdua mempunyai prinsip klo jodoh g bakalan kemana n witing tresno jalaran soko kulino…jadi jangan opercaya dgn hal2 yang kayak bgt…ok!!!!!!!!!

    • benar cowok aku juga orang sunda, semua kembali pada kepribadian masing… klo memang jodoh tidak akan kemana. toh klo memang ada perceraian itu adalah takdir.

    • sama aku jga jd parno gini, cz cowo aku jga org sunda tp dy pnya keturunan jawa nya jgaa sichh…
      aduhh jd parno gini cma gara” mitos … :((

  9. Prinsip yang bagus…karena mestinya memang begitu…tapi tetap terbuka dengan segala situasi yang tersirat mungkin akan lebih baik ;)..bukannya harus percaya lo but sometimes we should open up with kind of various thing in our life…

  10. Tu just perkara sejarah, & gak da sangkut-pautnya ma mitos. Saya gak percaya ma mitoz bodoh tu. bagi wanita2 jawa yg hndak dinikah sm lelaki sunda jgn ragu, bingung pa lagi bimmbang, klo dah ridlo. Rizqi tu di tangan ALLAH AZZA WA JALLA. Bgtupun sebaliknya. Bila org tua kalian mlrg, terangkanlah dgn santun & bijak, bahwa mitos gak bisa djadiin sandaran. Tanyakan, hukum agama mana yang mengharamkannya? UU mana yg melarangnya? Mungkin dgn penyampainan yg baik & brlogika hati mereka akan lbih luluh. Gak peduli jawa, sunda, betawi or apapun, asal sama iman no problem. Jgn sampai kalian2 yg hendak berazam menikah, jadi urung hanya krn masalah mitos bodoh tu. Hari gini masih percaya mitos… Mank pendidikan kita apa sih? Pa yg menciptakan bumi & langit beserta isinya ini sengaja bikin kita sial, kere, & terhina oleh kita hendak menihaki org lain suku? Jawab saja sendiri… Seumpama saya perempuan jawa pun & pa bila calon jodoh saya org sunda, no problem. yg penting cinta…

    • Nikah sesama suku memang ada baiknya juga selain pulang kampung bisa bareng2 juga lebih tau karakter sesama suku itu sendiri… istilah kata sudah ada bocorannya..hehehe ..kayak orang mau ujian aja…

  11. justru karna latar belakang sejarah (perang bubat) itu (terlepas dari benar tidaknya), makanya di saat sekarang ini yang harus dikampanyekan adalah pernikahan jawa sunda. motiv-nya jelas, REKONSILIASI. pun karna banyak hal yang kemudian harus lebih dipertimbangkan. Jawa dan Sunda saat ini sama-sama(mayoritas) beragama islam. jadi semestinya mitos-mitos semacam itu sudah tidak layak lagi menjadi pegangan, kalo benar2 mengaku islam. mungkin itu juga salah satu cita-cita para wali songo ada di pulau jawa. mendamaikan dua entitas ini melalui agama.

  12. saya mau sharing teman2, saya menjadi ingin tau setelah saya gagal menjalani pernikahan dengan wanita sunda, tepatnya tasikmalaya. Keluarga yang saya bina hanya bertahan 1.5th dengan baru saja 20hr menggendong anak dan semua berantakan. Yah perceraian yang saya dapati.

    Saya coba bertanya dengan beberapa orang yg bisa menerawang saya bahwa saya tidak cocok, tidak bahagia, diteruskan akan kalah (pisah mati atau hidup) dan mati rejeki. Jujur saya tidak percaya awalnya sampe saya nekat nikah berdasarkan doa kepada tuhan YME. Dan akhirnya semua yg tidak saya percayainya soal mitos atau penerawangan orang kini terjadi.

    Ada beberapa info soal pernikahan jawa-sunda, sebagian dari yg ada di site ini ada benarnya, umumnya rata2 90% banyak pendidikan yg salah dari leluhur atau orang tuanya, salah satunya soal materi dan perdukunan. Jujur saya akhirnya terkena imbas dari mertua saya dengan kiriman yg melatarbelakangi saya yg tidak pernah memberi mereka materi.

    Saya berpesan kepada yg lain, sebaiknya lihat bobot, bibit dan bebet itu penting sekali, belum tentu anaknya yg akan kalian nikahi bisa menerima kekurangan anda tapi keluarganya tidak, banyak faktor yang harus kalian lihat contohnya perpisahan orangtua dan cara pandang terhadap materi.

    semoga apa yang saya jalani ini adalah sebuah lakon dalam kehidupan saya.

    • thanks udah mau sharing mas meskipun itu berat… semoga ada hikmah disetiap langkah kita karna Tuhan tidak suka hal yang sia2… dalam arti sudahlah kita gagal dengan hal demikikian kan tidak berarti harus kecebur dalam lobang yang sama…bukan berarti saya perkataan itu untuk tidak menikah dengan lain suku namun pelajaran yang kita terima adalah kita lebih sudah lebih siap meskipun jodoh kita kelak dengan beda suku… ya kan?

  13. duuuh…aku jga lg bingung bgt nih,,,
    aku keturunan jawa betawi,cwo ku asli sunda,kita bru pacaran 2 thun…
    salah satu kakak ipar nya mempercayai hal ni dan kakak ipar nya melarang hub aku dengan cwo aku.
    dikarenakan nntinya kita ga akan langgeng,cwo aku sngat hormat dengan kakak ipar nya,dan kami hrus backsteet dengan kakak iparnya(tp aku ga percaya dengan ni semua)…
    tolong bantu aku,apa yang hrus aku dan cwo aku lakukan?
    tolong kasih saran ya….
    tolong doain kami supaya kami bisa smpai selama selama nya dan bisa mengatasi semua masalah ni,
    amien..

  14. percaya ga percaya..
    aku sempat stress and kesel jg ma orang tua kenapa laki laki sunda ga boleh nikah ama perempuan jawa..
    padahal wilayahmya di perbatasn antara jawa dan sunga trus katanya sesuatu akn menimpa kamu..
    klo kta lebh teliti ada ga sih dalam al quran larangn pernikahan itu.ga ad kan..
    tolong d bls

  15. Wa allahualam…
    Kita pasrahkn ja semuanya sma Allah SWT, yg penting dlm menjalin hbungan selalu di dasari oleh rasa syang,pengertian, saling percaya & memahami satu sama lain.
    Tapi hrus nurut jg kta ortu, karena ridho Allah tu ridho orang tua jg kn…??!
    Insya Allah Barakallah,, ^_^

  16. Aq jg bingung.. cowoku sunda dan dia malah jadi ketakutan krn mitos ntu.. takut bnr2 trjadi.. pdhl skrg kn udh jaman modern bkn jaman majapahit.. sbnrnya buat aq yg penting seiman gk peduli mo jawa mo sunda.. di Al-quran jg gk ada larangan apapun kan ttg penikahan antar suku jawa-sunda.. ttp smngat aj kwand2 yg pnya calon jawa-sunda

  17. y pada intinya kita kan sekarang hidup dijaman teknologi dan moderen masak mitos kayak gitu aja harus jadi batu sandungan buat kita untuk bersatu.kan aneh jadix.jujur saya ni orang jawa tulen lg cari jodong orang bandung atau orang sunda, jdi klo ada yg bisa bantui carikan
    ni no hp saya 081253048455 n ni alamat Fb saya:vastercompany@gmail.com
    tolong y’. buat semua

  18. dan satu hal lg
    sunda dan jawa adalah satu
    -sama2 tinggal di pulau jawa
    -sama2 saling memerlukan
    -sama2 tidak bisa hidup sendiri
    -dan bertanah air satu

  19. hya,, q jg bingung jelasin ke orang tua q… padahal q cinta buanget ma cwo q yang orang sunda….
    nmanya jg rasa ya,,, g bsa di larang…..
    q bingung milih yang mana?? orang tua pa cwo q…

  20. entahlah mengenai hal ini……………………

    tapi menurut saya : kebodohan leluhur kita yang terjadi di masa lampau jangan pernah di terulang.
    gara mitos ini cewek saya harus nurut sama orang tua nya yang menganggap :”Jawa lebih tua dari Sunda”,dan perih mendengar pernyataan seperti itu.
    sedang saya lahir di jakarta,besar di jakarta,kakek orang jakarta,bpak orang jakarta ,cuma ibu saya orang sunda,orangtua cewek ku melarang alias tidak merestui,dan saya rasa ini gak adil dengan larangan ini.
    kalo pun benar mitos tersebut……………????,tetap saja tidak adil karena saya tidak punya kuasa memilih rahim dimana saya lahir.

    larangan ini terjadi hingga dua kali,dengan orang yang sama.
    sungguh saya benci larangan ini.

    posted by :

    http://jualkopiluwak.orangeserve.co/

  21. saya suku jawa, jawa tengah.
    dan sekarang saya pacaran dengan wanita sunda.
    namun ntah kenapa sering ada masalah, padahal itu adalah hal sepele yg sebenarnya tidak usah diperdebatkan. misalkan apabila saya tidak menelpon itu akan jadi masalah. padahal tetap berhubungan lwat sms.
    saya tidak mengerti kenapa dia sangat egois dan berwatak keras, maunya menang sendiri. saya sering mengalah atas kemauan dia, namun semua itu sia2..
    saya juga pernah memiliki teman sunda (laki2) dan wataknya keras, kami pernah ada salah paham, tanpa basa basi dia langsung mendatangi saya marah2 dan menantang berkelahi. apa laki2 sunda tidak bisa bicara baik2 terlebih dahulu dan membicarakan masalahnya tanpa harus adu fisik??
    dan sekarang saya lebih bimbang lagi karena saya diberitahu pak de saya, katanya eyang putri (alm) pernah mengatakan “jangan pernah mengadakan perjanjian apapun dengan orang sunda”

  22. jadi sebenarnya pernikahan jawa sunda bagaimana??? banyak positif/negatif??? mhn jika ada yg sudah menikah antara org jawa dan sunda,,, tolong di share pengalamannya!!!

  23. Gadis jawa apalagi yg masih memiliki darah ningrat (keturunan raja jawa), kebanyakan paras wajahnya ayu-ayu dan cantik-cantik!! apalagi jalannya.. benar-benar elegan! memang kebudayaan Jawa, khususnya utk wilayah Jogja, Solo dan sekitarnya (Bhumi Mataram), memang berkebudayaan tingkat tinggi, dari mulai pakaian adat, tutur bahasa yg bertingkat-tingkat (Ngoko, krama madya, krama Inggil) sampai rumah adat, pendopo, bangsal, Istana karaton dll sungguh sangat tinggi dan beradab! dahulu ketika Sultan Agung Hanyokrokusumo Ing Mataram berkuasa, maka daerah Sunda priangan (Bandung, Tasik dan sekitarnya) menjadi terpengaruh oleh budaya suku Jawa era Mataram yg teramat-amat tinggi! bayangkan! bahasa sunda sebenarnya miskin kosakata dan berlogat kasar, tapi setelah Sultan Agung Ing Mataram berkuasa maka kebudayaan sunda menjadi terpengaruh oleh kebudayaan suku Jawa yg superior! ini fakta sejarah bukan hoax !
    sekian, terima kasih.

    • Isi komentar ini cenderung membanggakan diri dan mengecilkan budaya yg lain. Sayang sekali sy orang jawa sangat menyesalkan isi komentar anda.

      • saya setuju dengan komentar mas rangsang itu jadi menurut saya anda mas diddr80 itu ternyata orang yang gak tau sastra,dan gak mau mawas diri.kalau dilihat emang dilihat terus apa budaya periangan wayang golek milik kraton kediri di pake sebar islam gunung jati sunan untuk di jawa barat itu budaya mana,gong gamelan itu milik mana milik raja kanjuruhan malang temp dulu dan di kembangkan raja tumapel,terus kerajaan kediri terus singosari,mojopahit,terus ke demak,terus kecirebon dan pajang,dan mataram solo dan jogja,periangan bandung punya gong itu yng bawa raja cirebon untuk menyebar islam ke jawa barat dan sekitarnya,kalau angklung dan suling mungkin budaya sunda.

      • Oke perihal asal mula beberapa budaya memang dr jawa. Anggap saja itu karunia Ilahi yg memberikan cipta dan karsa (kreativitas yg lebih awal) dlm satu/bbrp bidang dibanding yg lain. Tapi itu bukan alasan kita utk merendahkan orang/kelompok orang lain.

        Sekarang kebesaran hati kawan2 sunda ialah mengetahui dan mengakui bahwa ada budaya yg telah mengawali apa2 yg telah menjadi tradisi populer dikalangan mereka.

        Namun demikian, kita harus akui juga bahwa kawan2 sunda telah berhasil melestarikan/mewarisi budaya2 yg telah hampir punah di jawa seperti wayang golek.

  24. Sunda pada mulanya berbahasa dan berbudaya egaliter…, begitu masuk pengaruh bahasa dan budaya Jawa oleh invasi Mataram, Sunda Priangan jadi ikut-ikutan berbudaya dan berbahasa feodal… tata bahasa yang memilah-milah manusia berdasarkan status sosialnya, mengkultuskan tiyang ageng dan merendahkan wong cilik, wong cilik kalau didepan tiyang ageng harus nunduk-nunduk malah sampai ngesot segala, jelas-jelas budaya seperti ini bukanlah budaya luhur melainkan budaya rusak yang harus segera ditinggalkan.

    Mari kita kembali ke budaya asli bangsa Nusantara yang egaliter…. jangan meniru cara bicara priyayi-priyayi Mataram yang bicara penuh eufemisme dan kepura-puraan tapi dibalik itu penuh keserakahan ambisi politik, manusia semua keturun Adam… jadi tidak sepatutnya kita memilah-milah manusia berdasarkan status sosialnya

    Bahasa halus adalah bukti nyata pengkastaan manusia masih berlangsung di pulau Jawa, segera tinggalkan… itu bertentangan dengan prinsip-prinsip kesetaraan manusia baik dilihat dari kacamata agama maupun dari kacamata kemodernan yang demokratis

  25. Gw juga bingung, setahun yang lalu gw gagal mempersunting gadis jawa (dia orang jogja tulen dan gw urang sunda asli), Masalahnya mungkin dari orang tua juga sih. Awalnya ortu gw juga ga setuju gw nikahin dia. Tapi setelah gw yakinin akhirnya ortu gw setuju. Begitu juga ma cewe gw, dia ngeyakinin juga ma ortunya. Tapi setelah gw rencanain mau tunangan, tiba2 cewe gw berubah. Katanya sih dibilangin macem2 ma ortunya…ya seputar kelangsungan hidup berdua itu nantinya, dan cewe gw percaya. Padahal gw pacaran dah 5 tahun, dan mitos2 seperti itu ga gw percayain. Banyak juga yang ngomongin macem2 ke gw, tapi gw anggep angin lalu. Tapi kenyataannya juga jadi begini, gw gagal. Gw ga benci ma cewe gw, begitu juga dia ga benci ma gw. Mungkin bukan jodohnya kali. Tapi dari kejadian ini gw jadi males hubungan ma cewe jawa lagi…(maaf..ga bermaksud menyinggung)

  26. sebenarnya mitos2 tersebut benar/tidak??? butuh sharing temen2 yg sudah menikah antara jawa dan sunda… mitos tersebut ada benarnya tp ada jg yg tidak benar…

    • mitos apaan? Jaman dah maju. Mitos-mitos akan tergilas oleh pemikiran dan kematangan bersikap. Pendidikan adalah kuncinya..

  27. zen
    maaf sebelum’y tuk smua takut kata2 saya ada yg but tersinggung,
    lgsg aj,saya turunan sunda-jawa,bapak karawang, ibu solo,
    ortu saya punya 3org anak,1cwo saya sndiri,2cwe,
    ni fakta,krn keluarga kami tdk terkena imbas dr mitos kawin silang sunda-jawa,
    ibu-bapak saya kompak dan jarang skali ada perselisihan,
    tidak ada masalah ekonomi,pertikaian,or apalah,
    saya dan ke dua sodara saya skrng terhitung sukses krn kami bertiga menjadi dokter,dan ortu kami sukses dlm wirausaha’y,paman,kakek,ampe tetangga saya byk yg istri’y dari jawa,tp mrka adem ayem aj,malh terbilg ckp sukses dlm membina keluarga…

  28. saya juga pusing ni coz saya orang jawa n cowo saya orang sunda n dibawah saya setahun,,gara2 masalah suku hubungan kita harus berakhir deh,,tapi cowo saya yakinin law qt harus percaya sama Allah bukan mitos yang penting saling cinta..tapi tetap az q ga bisa jalanin hubungan ni tanpa restu keluarga…duh kenapa c harus ada mitos seperti itu???

  29. memang bnr ada nya.. apabila cowo jawa Cewe sunda pasti kebanyakan mengalami mitos itu… kakak saya orang tegaL n menikah sama orang purwakarta.,
    yg akhirnya mereka hidup susah serba kekurangan,,harta n warisan orang tua pun habis krna istri nya yg mengatur n memimpin serta mengendalikan kakak saya..
    seperti nya itu memang kutukan itu benar ada nya

    • itu bukan kutukan! tetapi memang individualisme itu sendiri yang belum terampil mengatur keuangan… jadi jangan disangkut pautkan dengan mitos

  30. menurut crita nenek moyang saya kenapa jawa dan sunda tidak bolih kawin itu berakar dari cerita sangkuriang,sangkuriang dulu itu anak dari dayang-dayang raja kolamandala,bernama sumbi yang waktu itu menikahi anjing yang namanya tumang,lahirlah sangkuriang,cerita singkatnya sangkuriang tu kalau menikah pasti anaknya kembar dua empat,kalau gak mati ibuknya ya sengsara ibuknya karena melahirkan anak yang kembar kembar,contoh andy suhandy,nana karyana,itu nama untuk dua orang tapi berhubung dengan evolusi maka sekarang anaknya satu tetap namanya dua orang,kenapa peremouan jawa gak bolih menikah sama orang sunda ya takut karena seperti itu,kalau masalah untuk tua mudanya sunda dan jawa ya tetap tua jawa,karena sebelum sunda ada jawa sudah ada yaitu kerajaan mahendra pura yaitu kerajaan pindahan dari kerajan ayodya india,dan kalau kerajaan saloka nagara ataupun tarumanegara itu kerajaan baru pendatang dari muangthai,bukan benduduk asli tanah jawa karena pulau jawa membentang dari timur ke barat itu dikuasi raja PRABU ADNOLO RADYO SIMHA MURTHI kakek dari ratu sima raja kalingga.yang ada pada abad ke 7.dan prabu adnolo itu menantu raja asoka india anak raja lumbini.dan raja lumbini adalah cucu raja BASUDEV klo dalam (bahas jawa) BASUDEWO.raja DARAVATH dalam bahsa jawa DOROWATI.yaitu SRI BRABU BHATARA KRISNA>..maka orang jawa itu menamakan diri dengan sebutan TIHYANG JOWO.itu pnya arti=titisan hyang jowo.dan jowo sendiri dari kata JOWO itu JOWOTO=JAWATA/DEWATA karena masih dalam silsilah dewata.

  31. maslah mitos ko’ jadi larangan cinta…, menurut saya mitos tdk ada hubungannya dgn cinta ,, karna kalo cinta sangat erat hubungannya dengan jodoh.. jd mau orang manapun kalo tidak ada jodoh tdk akan bisa bersatu, begitupun sebaliknya.. HIDUP CINTA…

  32. aku perempuan sunda, tunangan aku lelaki Jawa.Tapi alhamdulillah kami bisa bersama sampai dengan skarang ini.Perbedaan itu selalu ada,walaupun kita berhubungan dengan satu suku.Yang harus kita perhatikan adalah HUKUM AGAMA bukan mitos yang kita dengar.Jangan takut dengan perbedaan! Kalo yakin bisa satukan perbedaan itu

  33. hmmm…. saya mo share boleh ya mba’ :D

    saya cow jawa dan pacar saya sunda
    dulu pacar saya (mudah2an ampe sekarang) pernah bilang, menurut neneknya dan dari orang tua dulu..bahwa orang jawa lebih tua dan orang sunda lebih muda…(mungkin detailnya seperti yg disampaikan mas eko).
    jadi menurut neneknya agak kurang cocok jika pria sunda menikah dgn wanita jawa karna orang jawa lebih ‘tua’ (saya kurang tau maksud ‘tua’ disini secara historis) namun, jika yg menikah itu prianya dari jawa dan wanitanya sunda itu malah bagus karna menurutnya lagi dgn bgitu diharapkan si wanita akan terbimbing dari suami.

    btw terlepas dari itu adalah mitos atau tidak… saya meyakini bahwa semua manusia itu sama, baik buruknya tergantung dari pribadi masing2.

  34. Saya perempuan jawa, menikah dengan lelaki sunda. 5 tahun pertama banyak sekali ujiannya, ini karena saya yang terlalu sabar & diam. Saran untuk orang jawa yang sudah terlanjur menikah dengan orang sunda (ce or co) atau akan menikah yaitu jadi orang jawa jangan terlalu banyak diam dan mengalah (kebanyakan orang jawa adalah nrimo = menerima) sedangkan karakter orang sunda kebanyakan adalah kebalikannya dari nrimo atau suka mendominanisasi pasangan & menuntut.

    Cowo Jawa (Nrimo) VS Cewe Sunda (Penuntut & Pendominasi) = Orang Jawa Rugi (Kecuali suaminya bener2 mau dibego2in)
    Cowo jawa (Nrimo & Ulet) VS Cewe Sunda (Matre & Pendominasi) = orang jawa rugi (harta suami lari ke keluarga istri)
    Cewe Jawa (Nrimo & prihatin) VS Cowo Sunda (Malas, bawel) = Orang Jawa Rugi (miskin terus, Istrinya makan ati mulu)
    Cowo Jawa (Nrimo & Ulet) VS Cewe Jawa (Nrimo & Prihatin) = Keluarga bahagia & ekonomi mapan
    Cowo Sunda (Malas, Bawel) VS Cewe Sunda (Penuntut & Pendominasi) = Perceraian (terbanyak di jawa barat)

    • apakah selalu begitu?? saya lebih berpendapat, tidak.
      tergantung dimana dan bagaimana lingkungan pribadi itu dibesarkan.
      yah menurut saya sih

    • Saya dan istri sama2 org sunda dan sudah 10 tahun menikah, pada awalnya istri saya boros dan mendominasi. Alhamdullilah, skrg istri saya tidak boros lagi dan patuh kepada saya setelah saya memberi contoh utk lebih ulet bekerja, hidup sederhana, rajin menabung atau berinvestasi untuk hari tua, membeli sesuatu sesuai kebutuhan bukan keinginan dan paling utama adalah menjaga kesetiaan dan saling terbuka. Intinya, sebagai suami harus menjadi contoh dan teladan yg baik untuk istri.

  35. kalo wanita jawa menganggap laki2 sunda lebih rendah derajatny dr wanita jawa., kenapa d daerah sunda kyak d bandung bnyk pemulung, peminta-minta, pembantu, tukang jualan d gerobak yg jorok2,dekil dan orang gila dr jawa., saya seorang laki2 sunda gak merasa derajat saya lebih rendah dr wanita jawa, buktinya saya msh bujangan sudah kaya raya dgn usaha saya sendiri dan mandiri, punya mobil, rmh, dll (sory bkn sombong)., karna orng jawa slalu merendahkan laki2 sunda.,

    • Maaf ya, laki2 jawa yg kaya tuh ga sebelagu org kaya laki2 sunda. Ibaratnya laki2 jawa tu berwibawa & bermartabat biar miskin tp klo org sunda miskin pun belagu & sombong. Makanya banyak cewe sunda yg sampe mimpi2 pengen suami jawa.

  36. Kbnyakan ngebhas cw jawa cwo sunda.
    Gmana kalo cwo jawa cw nya sunda?
    Apakah akan brakibat fatal?
    Karna bnyk jg yg pisah karna cwo jawa cw nya sunda..

  37. edit delete reply
    dallijo2012 wrote today at 4:25 AM, edited today at 4:36 AM
    Pendapat ini subyektif pengalaman pribadi.

    Saya laki-laki jawa, nikah dengan perempuan sunda. Image atau karakter perempuan sunda diatas bukanlah mitos, tapi memang benar adanya. Beberapa teman dan saudara yang terlanjur menikah dengan orang sunda, kondisinya tidak jauh berbeda.

    Saya menyesal tidak mengindahkan nasehat teman-teman yang kasih warning kalau mau nikah dengan perempuan sunda. Awalnya saya berfikir itu hanya mitos dan yang menentukan sukses dan tidaknya rumah tangga tergantung orang yang menjalaninya. Itu benar, tetapi saya lupa bahwa karakter bisa terbentuk karena budaya yang bisa diwariskan ke generasi berikutnya.

    Karakter perempuan sunda kalau bicara asal buka mulut, tidak peduli apa yang orang lain rasakan. mau sakit hati apa tidak. Ini beda sekali dengan budaya jawa, orang jawa ketika mau memaki orang lain pun masih ada kata “nyuwun sewu” sebelum akhirnya di ikuti dengan maki-makian.

    Karakter perempuan sunda cenderung akan mendominasi suami baik sikap maupun dompetnya. Tidak perduli penghasilan suami lebih besar daripada istri atau tidak, perempuan sunda tetap akan berupaya untuk menguasai dan mendominasi suaminya. Tentusaja sikap ini berbeda sekali dengan budaya jawa, dimana istri biasanya menyerahkan dominasi keluarga kepada suami, Meskipun sang istri pendapatannya lebih tinggi dari suami.

    Karakter perempuan sunda, mereka cenderung hidup boros. Demi sebuah gengsi, perempuan sunda tidak segan-segan untuk memaksakan diri agar terlihat lebih wah dimata orang lain, tidak peduli harus hutang.

    Karakter perempuan sunda, mereka terlalu ‘memikirkan’ keluarga besarnya. keluarga besar bisa meliputi kakak, adik, keponakan bahkan cucu. Dengan alasan keluarga tidak akan pernah menjadi ‘bekas’. Di jawa, orang sudah menikah biasanya akan mengurangi porsi “kepedulian” terhadap anggota keluarga yang lain dan lebih mementingkan “keluarga baru” nya.

    Jika anda orang jawa dan terlanjur kawin dengan orang sunda maka sebaiknya
    bersikap tegas lah. toleransi boleh, sabar boleh, pura-pura lemah boleh, ketika harus tegas, tegaslah. Ketika perempuan sunda ngomong suara keras balaslah dengan lebih keras. Lelaki harus tetap mendominasi perempuan. Itu sudah kodrat alamiah. Jangan mau menjadi bang tigor, badan aja gede berotot, tetapi dihadapan istri mentalnya mental tempe.

    Kalau anda lelaki jawa yang mau menikah dengan perempuan sunda, ingat saja blog ini. Keharmonisan rumah tangga akan tergantung dari pasangan yang menjalaninya. Dan jangan lupa faktor budaya akan membentuk karakter, pola hidup dan kebiasaan.

  38. aku nikah sama orang sunda.. alhamdulillah baik baik ajah..
    ^^
    kalo udah jodoh. mau gimana lagi .. jodoh sudah d atur allah.. bukan d atur oleh mitos gan :)

  39. Saat inipun ak juga sedang menjalin hubungan dengan orang sunda, memang dya selalu mengukur sgalanya dengan materi. beda dengan saya.. saya selalu apa adanya. tapi Alhamdulillah saya selalu mencoba untuk melengkapi kekurangan pacar saya, begitu jga pacar nya,, semoga hubungan kami b’2 lancar, dan dapat melanjutkan k jenjang pernikahan. ak percaya antara Rejeki,jodoh,umur…. Allah yang atur. amin.

  40. bagi adik-adikku yang sudah membina untuk berumah tangga, apa itu jawa dan sunda teruskan saja tidak usah melihat mitos yang ada. banyak contoh pernikahan satu suku apakah itu pernikahan antara jawa dan jawa ataupun pernikahan sunda dengan sunda, kalau sudah tidak rukun yah tetap cekcok terus atau perceraian ataupun pembunuhan.memang menyatukan dua buah budaya dan karakter itu susah.belum kita berbicara tentang hong sui,perbintangan dan wuku,semakin pusing saja bisa-bisa kawinnya gak jadi-jadi.semua itu bisa rukun kalau ada toleransi pada masing-masing individunya dan berniat untuk membangun rumah tangga bersama-sama.memang setiap suku mempunyai karakter yang berbeda-beda.tetapi semua itu bisa di tengahi dengan kita mematuhi agama (dalam hal ini Islam mengatur cara hubungan keluarga salah satunya “laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan,jagalah dirimi dan keluargamu dari api neraka)tidak jawa atau sunda ataupun suku lainnya sama saja. dan jawa juga ada dua yaitu jawa tengah dan jawa timur itu karakternyapun berbeda.sekali lagi kalau mau menikah yah nikah saja bumbui dengan kasih sayang dan cinta,Insya Alloh harmonis

  41. share aja ya.. sebenarnya mitos boleh dipercaya apa tidak, tp buatq semua tergantung dr pribadinya walopun budaya dan lingkungan dapat membentuk karakter seseorang.
    tp sedih juga saat mendengar seorang sahabat yang akan menikah dengan laki2 sunda, H-1 akad nikah orang tua laki2 membatalkan dengan alasan tidak menyetujui dan belum terima anaknya beristrikan orang jawa, padahal perjuangan mereka hampir 6 thn untuk restu itu. tp klo bgtu siapa yang akan bertanggung jawab hati seorang perempuan yang telah dikecewakan dan dipermalukan??
    padahal wanita sunda tidak cukup baik juga, temenq pernah diusir oleh kakak iparnya yg notabene wanita sunda hanya karena suaminya memberi uang ke adiknya untuk biaya sekolah..

    #Tragis euyyy :-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s