Sejuknya pagi tidak lagi ramah
Teriknya mentari tidak lagi bersahabat
Gelapnya malam tidak lagi terasa tenang
Bahkan keindahan cinta tak lagi bersemayam
Hiruk pikuk di kesunyian hati
Tak terfikirkan menghadirkan duka yang perih,
Geliat bagi sang bumi
Adalah luka bahkan suara-suara yang menyayat
Bukit-bukit laksana benteng perkasa
Kau hempaskan hingga pada akarnya
Luasnya lautan di bumi persada
Kau selimuti ombak yang siap menjilat langkah manusia
KebesaranMu telah terlihat
KebencianMu telah terbaca dan,
Kekecewaanmu telah terbukti
Pada kami hambaMu yang tiada berdaya
Tuhan… masih adakah asa yang tersisa bagi kami
sebentuk asa di hati yang nestapa
setitik Iba pada wajah-wajah yang lara
segenggam jiwa yang penuh dengan gulana