Sebentuk Asa bagi Indonesia Ku

Sejuknya pagi tidak lagi ramah

Teriknya mentari tidak lagi bersahabat

Gelapnya malam tidak lagi terasa tenang

Bahkan keindahan cinta tak lagi bersemayam

 

Hiruk pikuk di kesunyian hati

Tak terfikirkan menghadirkan duka yang perih,

Geliat bagi sang bumi

Adalah luka bahkan suara-suara yang menyayat

 

Bukit-bukit laksana benteng perkasa

Kau hempaskan hingga pada akarnya

Luasnya lautan di bumi persada

Kau selimuti ombak yang siap menjilat langkah manusia

 

KebesaranMu telah terlihat

KebencianMu telah terbaca dan,

Kekecewaanmu telah terbukti

Pada kami hambaMu yang tiada berdaya

 

Tuhan… masih adakah asa yang tersisa bagi kami

sebentuk asa di hati yang nestapa

setitik Iba pada wajah-wajah yang lara

segenggam jiwa yang penuh dengan gulana