Pada suatu ketika seorang duda kaya beranak dua berniat untuk mempersunting seorang gadis untuk dijadikan istri. Gadis tersebut sangat cantik, ramping, dan bahenol.
Karna tidak mendapat izin dari sang gadis maka sang duda pun naik banding pada si ibu gadis tersebut. Walhasil, tanpa cerita panjang lebar sang duda pun diterima seluas-luasnya oleh sang ibu. (Jelas aja diterima oleh si ibu, la wong si duda pas mau ngelamar bawa mobil double cab keluaran terbaru). Dan mau tidak mau akhirnya sang gadis pun mengikuti keinginan ibunya karna takut kualat.
Pucuk di cinta ulam pun tiba, akhirnya mereka mengadakan resepsi besar-besaran. (karna bangganya sang duda telah mendapatkan sang gadis pujaan).
Setelah resepsi pernikahan selesai seperti orang kebanyakan sang duda pun tidak mau melewatkan MP (malam pertama) dengan sang gadis. Tanpa kompromi sang duda pun melepaskan pakaian sang gadis satu persatu.
@#$%^ betapa kagetnya sang duda ketika mendapatkan sang gadis sudah tidak perawan. Tapia pa boleh buat karna sudah terlanjur beli sang duda pun menerima sang gadis dengan lapang dada sambil mengusap usap dada.
Situasi tersebut mungkin sudah bukan zamannya lagi diperdebatkan. Meskipun ada beberapa orang yang masih menginginkan pasangannya dalam keadaan sempurna.
Namun bukan itu yang menjadi bahasan saya ketika memposting artikel ini melainkan rutinitas laki2 dan perempuan terhadap pasangan yang akan dinikahkannya. Artinya baik lelaki ataupun perempuan sama-sama tidak ingin kecewa di dalam memilih pasangan hidup sehingga mereka memutuskan untuk melakukan tawar menawar sebelum beralih ke jenjang pernikahan. Salah satunya denga berkomitmen melakukan hubungan intim pra nikah. Dan itu diyakini beberapa pihak Sesuatu hal yang wajar.
—coba dulu…. baru beli—-